Hidup tak musti hebat. Sederhana pun bisa berarti ...

Rabu, 03 Agustus 2011

Wish Me Luck

Pagi menjelang subuh saat kami tiba di hotel 'Dyar International' setelah perjalanan panjang yang melelahkan, Bontang-Balikpapan-Singapore-Dubai-Jeddah-Madinah. Koper-koper merah masih bertumpuk di dekat pintu. Aku melepas jam tangan dan jilbabku lalu kutaruh di atas meja. Sementara suamiku meraba kantung-kantung baju dan celananya. Wajahnya agak menegang. Tentu saja aku jadi curiga ketika ia melakukannya berulang-ulang.

Kamis, 21 Juli 2011

Yang Tak Terduga

Oleh : Ade SM


“Huh, pembual!” gerutu Ita.
“Siapa?” tanyaku hati-hati.
“Lihat saja!” sahutnya sambil menyorongkan layar laptop ke hadapanku. Aku mengernyitkan dahi tak mengerti, sampai mataku tertumbuk pada sebuah status facebook: “Kepiting saus asam manis buat keluargaku tercinta, hm... yummy!”

Sekilas tak ada yang aneh, tapi setelah kulihat siapa pemilik status itu, senyumku tertahan.

Kamis, 09 Juni 2011

When Mom Tells Her Story


Judul buku      : When Mom Tells Her Story
Penulis           : Komunitas Menulis KALBU PWP PT. Badak NGL
Penerbit         : rie-view Publishing
Editor            : Vini Irfan Hidayat, Maria Olfa
Desain sampul : Mohamad Qori Haliana
ISBN             : 978-602-98912-1-8
Terbit            : Juni 2011
Harga            : Rp. 40.000,-


Jumat, 01 April 2011

Di Akhir Reuni

“Sungguh, bunda tak ingin ikut?” tanyaku sekali lagi sebelum aku masuk ke taxi jemputan. Ranti menggeleng, bibirnya menyungging seulas senyum.

“Ayah baik-baik di sana ya.. Jangan lupa sampaikan salam buat teman-teman, terutama Dinda yang sedang tertimpa musibah,” jawab Ranti sambil mencium tanganku.

Senin, 15 November 2010

Sepotong Cerita di Mina

“...mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yg sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..." (QS. Ali Imron : 97)


Perkemahan Haji di Mina, pada musim haji Januari 2004.


Pagi masih menyisakan dingin yang menggigit. Di dalam tenda perkemahan haji Indonesia di Mina itu kami melepas penat setelah semalam mabit di Muzdalifah. Sambil membereskan tas bawaanku, mataku bersitatap dengan mata perempuan itu. Perempuan tua yang duduk mematung di sudut kemah. Pikirannya seperti mengembara entah kemana. Aku trenyuh. Kuhampiri dia.