Pagi menjelang subuh saat kami tiba di hotel 'Dyar International'
setelah perjalanan panjang yang melelahkan,
Bontang-Balikpapan-Singapore-Dubai-Jeddah-Madinah. Koper-koper merah
masih bertumpuk di dekat pintu. Aku melepas jam tangan dan jilbabku lalu
kutaruh di atas meja. Sementara suamiku meraba kantung-kantung baju dan
celananya. Wajahnya agak menegang. Tentu saja aku jadi curiga ketika ia
melakukannya berulang-ulang.
Tentang sebuah angan yang entah kapan menjadi nyata. Tapi mimpi ini kan ku ukir satu-satu, meski pun harus kumulai di usia yang tak lagi belia. Kan kutinggalkan jejak, goresan karya-karya kecilku, untukmu.
Rabu, 03 Agustus 2011
Kamis, 21 Juli 2011
Yang Tak Terduga
Oleh : Ade SM
“Huh, pembual!” gerutu Ita.
“Siapa?” tanyaku hati-hati.
“Lihat saja!” sahutnya sambil menyorongkan layar laptop ke hadapanku. Aku mengernyitkan dahi tak mengerti, sampai mataku tertumbuk pada sebuah status facebook: “Kepiting saus asam manis buat keluargaku tercinta, hm... yummy!”
Sekilas tak ada yang aneh, tapi setelah kulihat siapa pemilik status itu, senyumku tertahan.
“Huh, pembual!” gerutu Ita.
“Siapa?” tanyaku hati-hati.
“Lihat saja!” sahutnya sambil menyorongkan layar laptop ke hadapanku. Aku mengernyitkan dahi tak mengerti, sampai mataku tertumbuk pada sebuah status facebook: “Kepiting saus asam manis buat keluargaku tercinta, hm... yummy!”
Sekilas tak ada yang aneh, tapi setelah kulihat siapa pemilik status itu, senyumku tertahan.
Kamis, 09 Juni 2011
Jumat, 01 April 2011
Di Akhir Reuni
“Sungguh, bunda tak ingin ikut?” tanyaku sekali lagi sebelum aku masuk ke taxi jemputan. Ranti menggeleng, bibirnya menyungging seulas senyum.
“Ayah baik-baik di sana ya.. Jangan lupa sampaikan salam buat teman-teman, terutama Dinda yang sedang tertimpa musibah,” jawab Ranti sambil mencium tanganku.
“Ayah baik-baik di sana ya.. Jangan lupa sampaikan salam buat teman-teman, terutama Dinda yang sedang tertimpa musibah,” jawab Ranti sambil mencium tanganku.
Senin, 15 November 2010
Sepotong Cerita di Mina
“...mengerjakan
haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yg
sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..." (QS. Ali Imron : 97)Perkemahan Haji di Mina, pada musim haji Januari 2004.
Pagi masih menyisakan dingin yang menggigit. Di dalam tenda perkemahan haji Indonesia di Mina itu kami melepas penat setelah semalam mabit di Muzdalifah. Sambil membereskan tas bawaanku, mataku bersitatap dengan mata perempuan itu. Perempuan tua yang duduk mematung di sudut kemah. Pikirannya seperti mengembara entah kemana. Aku trenyuh. Kuhampiri dia.
Langganan:
Postingan (Atom)
