Menatap cakrawala senja
Sejuta sesal menoreh sukma
Akankah luruh semua dosa?
Duhai Pencipta, ampuni hamba
10.53 wita; 2 Oktober 2011; Bontang
Tentang sebuah angan yang entah kapan menjadi nyata. Tapi mimpi ini kan ku ukir satu-satu, meski pun harus kumulai di usia yang tak lagi belia. Kan kutinggalkan jejak, goresan karya-karya kecilku, untukmu.
Minggu, 02 Oktober 2011
Minggu, 28 Agustus 2011
Ketika Lebaran Tiba
Oleh : Ade SM
Ranti memandang amplop di tangannya, tebal dan tentu saja bukan jumlah yang sedikit. THR yang didapat suaminya memang terhitung lumayan. Tapi seperti tahun-tahun sebelumnya, Ranti hanya memegang lembaran uang tersebut tanpa bisa menggunakannya. Ada sederet nama yang musti mendapat jatah, mulai dari adik-adik suami, paman, bibi, keponakan, sepupu, tukang kebun dan nama-nama lain.
Ranti memandang amplop di tangannya, tebal dan tentu saja bukan jumlah yang sedikit. THR yang didapat suaminya memang terhitung lumayan. Tapi seperti tahun-tahun sebelumnya, Ranti hanya memegang lembaran uang tersebut tanpa bisa menggunakannya. Ada sederet nama yang musti mendapat jatah, mulai dari adik-adik suami, paman, bibi, keponakan, sepupu, tukang kebun dan nama-nama lain.
Rabu, 03 Agustus 2011
Wish Me Luck
Pagi menjelang subuh saat kami tiba di hotel 'Dyar International'
setelah perjalanan panjang yang melelahkan,
Bontang-Balikpapan-Singapore-Dubai-Jeddah-Madinah. Koper-koper merah
masih bertumpuk di dekat pintu. Aku melepas jam tangan dan jilbabku lalu
kutaruh di atas meja. Sementara suamiku meraba kantung-kantung baju dan
celananya. Wajahnya agak menegang. Tentu saja aku jadi curiga ketika ia
melakukannya berulang-ulang.
Kamis, 21 Juli 2011
Yang Tak Terduga
Oleh : Ade SM
“Huh, pembual!” gerutu Ita.
“Siapa?” tanyaku hati-hati.
“Lihat saja!” sahutnya sambil menyorongkan layar laptop ke hadapanku. Aku mengernyitkan dahi tak mengerti, sampai mataku tertumbuk pada sebuah status facebook: “Kepiting saus asam manis buat keluargaku tercinta, hm... yummy!”
Sekilas tak ada yang aneh, tapi setelah kulihat siapa pemilik status itu, senyumku tertahan.
“Huh, pembual!” gerutu Ita.
“Siapa?” tanyaku hati-hati.
“Lihat saja!” sahutnya sambil menyorongkan layar laptop ke hadapanku. Aku mengernyitkan dahi tak mengerti, sampai mataku tertumbuk pada sebuah status facebook: “Kepiting saus asam manis buat keluargaku tercinta, hm... yummy!”
Sekilas tak ada yang aneh, tapi setelah kulihat siapa pemilik status itu, senyumku tertahan.
Kamis, 09 Juni 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
