Hidup tak musti hebat. Sederhana pun bisa berarti ...

Sabtu, 23 Juni 2012

Ilalang dalam sunyi


Telah semusim ilalang menatap langit
berharap hujan mencurah bumi
Berbilang asa menghias hari
Harapnya berakhir dalam merana

Kini ilalang meranggas di sisa hari
Betapa, setia punya harga tersendiri
Tapi merana bukan berarti mati
Dibungkusnya setia sampai hujan kembali


Bontang, 23 Juni 2012
Di tempat tinggalku yang terletak di pinggir hutan tak jauh dari tepi laut.
Berlatih spontan membuat puisi pada kelas Cendol D57_FISKOM_PUPUCEN#57 dengan koord. Ari Keling. Eh, tadi bait pertamanya sempat dijempolin oleh Suker Donatus A. Nugroho, Uya Carooe & mba Endah W. Sucy. :)
 
Suker DAN pun kasih komen :
 Donatus A. Nugroho ‎|
Komen:
Sri Ade Mulyani, bagus!
Salam untuk Bontang.


*terimakasih Suker.

Selasa, 19 Juni 2012

di keping hidup

Perjalanan hidup, seperti kepingan puzzle
Di setiap bentuknya selalu ada nama, selalu ada yang istimewa
Tapi seiring waktu... 
ada yang melekat, ada yang tercoret 
bahkan ada yang terhapus. 
Maafkan...

Rutinitas Pagi

Kubuka mata
Pagi tersenyum ramah
dan kudapati
kecup setia menyapa

Tak usah ucap
Kata jadi tak berguna
Kucecap rasa
Cinta




Kamis, 31 Mei 2012

Di sisa sore

Biarkan aku menikmati
setiap bulir bening yang jatuh di pipi


Bontang, 31 Mei 2012

Selasa, 01 Mei 2012

FF: Setangkup Cinta Buat Alia


FF ini kuikutkan pada ulangan fiksi di Jum'at Cendol tanggal 13 April 2012. Sampai saat ini nilai belum diumumkan, apakah aku lulus atau tidak? Biarlah. Kucoba kembali membaca dan menemukan beberapa hal yang (menurutku) harus kuperbaiki. Maka kutulis koreksi itu dalam warna merah.  Edisi penulis cerpen pemula, selalu tak bisa menemukan greget dan ending yang mempesona. 



Setangkup Cinta Buat Alia
Oleh : Ade SM

Bagai petir di siang bolong, kabar itu mengguncang hatiku. Raga ayah terbujur kaku di ruang tengah tertutup kain seluruhnya.  Aku memeluk ibu erat-erat, mencoba membagi beban duka bersama. Tamu-tamu yang melayat memandang kami trenyuh. Kudekati jenazah ayah, pandangan mataku mengabur, lalu semua gelap.