Hidup tak musti hebat. Sederhana pun bisa berarti ...

Kamis, 09 Juni 2011

When Mom Tells Her Story


Judul buku      : When Mom Tells Her Story
Penulis           : Komunitas Menulis KALBU PWP PT. Badak NGL
Penerbit         : rie-view Publishing
Editor            : Vini Irfan Hidayat, Maria Olfa
Desain sampul : Mohamad Qori Haliana
ISBN             : 978-602-98912-1-8
Terbit            : Juni 2011
Harga            : Rp. 40.000,-


Jumat, 01 April 2011

Di Akhir Reuni

“Sungguh, bunda tak ingin ikut?” tanyaku sekali lagi sebelum aku masuk ke taxi jemputan. Ranti menggeleng, bibirnya menyungging seulas senyum.

“Ayah baik-baik di sana ya.. Jangan lupa sampaikan salam buat teman-teman, terutama Dinda yang sedang tertimpa musibah,” jawab Ranti sambil mencium tanganku.

Senin, 15 November 2010

Sepotong Cerita di Mina

“...mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yg sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..." (QS. Ali Imron : 97)


Perkemahan Haji di Mina, pada musim haji Januari 2004.


Pagi masih menyisakan dingin yang menggigit. Di dalam tenda perkemahan haji Indonesia di Mina itu kami melepas penat setelah semalam mabit di Muzdalifah. Sambil membereskan tas bawaanku, mataku bersitatap dengan mata perempuan itu. Perempuan tua yang duduk mematung di sudut kemah. Pikirannya seperti mengembara entah kemana. Aku trenyuh. Kuhampiri dia.

Senin, 20 September 2010

Pembeli adalah Raja, apa iya?

Toko itu sebenarnya cukup lengkap dibandingkan toko-toko lain yang ada di kota ini. Di toko itu tersedia bahan-bahan untuk membuat cake lengkap dengan assesoriesnya maupun dus untuk mengemasnya. Tokonya cukup besar dengan jumlah pelayan yang memadai. Sang Pemiliknya kulihat biasa berkeliling dalam toko sambil mengawasi para karyawannya melayani pembeli. Dengan demikian pelayanan kepada pembeli tentunya akan bertambah baik bukan? Hm, harusnya demikian. Tapi beberapa kali aku mengunjungi toko itu, selalu saja ada hal yang kurang memuaskan terjadi.

Selasa, 27 Juli 2010

Keputusan

Pada masanya, tiba jua saat menutup pintu rapat-rapat
berlalu tanpa niat berpaling
tak ingin mengetuk lagi
tak kan pernah

....bulir bening menitik jatuh di kaki, entah untuk apa
hanya sejenak, lalu....
"Aku pergi," pamitnya pada hampa
tanpa rasa


Bontang, 27 Juli 2010