Tentang sebuah angan yang entah kapan menjadi nyata. Tapi mimpi ini kan ku ukir satu-satu, meski pun harus kumulai di usia yang tak lagi belia. Kan kutinggalkan jejak, goresan karya-karya kecilku, untukmu.
Kamis, 09 Juni 2011
Jumat, 01 April 2011
Di Akhir Reuni
“Sungguh, bunda tak ingin ikut?” tanyaku sekali lagi sebelum aku masuk ke taxi jemputan. Ranti menggeleng, bibirnya menyungging seulas senyum.
“Ayah baik-baik di sana ya.. Jangan lupa sampaikan salam buat teman-teman, terutama Dinda yang sedang tertimpa musibah,” jawab Ranti sambil mencium tanganku.
“Ayah baik-baik di sana ya.. Jangan lupa sampaikan salam buat teman-teman, terutama Dinda yang sedang tertimpa musibah,” jawab Ranti sambil mencium tanganku.
Senin, 15 November 2010
Sepotong Cerita di Mina
“...mengerjakan
haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yg
sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..." (QS. Ali Imron : 97)Perkemahan Haji di Mina, pada musim haji Januari 2004.
Pagi masih menyisakan dingin yang menggigit. Di dalam tenda perkemahan haji Indonesia di Mina itu kami melepas penat setelah semalam mabit di Muzdalifah. Sambil membereskan tas bawaanku, mataku bersitatap dengan mata perempuan itu. Perempuan tua yang duduk mematung di sudut kemah. Pikirannya seperti mengembara entah kemana. Aku trenyuh. Kuhampiri dia.
Senin, 20 September 2010
Pembeli adalah Raja, apa iya?
Toko itu sebenarnya cukup lengkap dibandingkan toko-toko lain yang
ada di kota ini. Di toko itu tersedia bahan-bahan untuk membuat cake
lengkap dengan assesoriesnya maupun dus untuk mengemasnya. Tokonya cukup
besar dengan jumlah pelayan yang memadai. Sang Pemiliknya kulihat biasa
berkeliling dalam toko sambil mengawasi para karyawannya melayani
pembeli. Dengan demikian pelayanan kepada pembeli tentunya akan
bertambah baik bukan? Hm, harusnya demikian. Tapi beberapa kali aku
mengunjungi toko itu, selalu saja ada hal yang kurang memuaskan terjadi.
Selasa, 27 Juli 2010
Keputusan
Pada masanya, tiba jua saat menutup pintu rapat-rapat
berlalu tanpa niat berpaling
tak ingin mengetuk lagi
tak kan pernah
....bulir bening menitik jatuh di kaki, entah untuk apa
hanya sejenak, lalu....
"Aku pergi," pamitnya pada hampa
tanpa rasa
Bontang, 27 Juli 2010
berlalu tanpa niat berpaling
tak ingin mengetuk lagi
tak kan pernah
....bulir bening menitik jatuh di kaki, entah untuk apa
hanya sejenak, lalu....
"Aku pergi," pamitnya pada hampa
tanpa rasa
Bontang, 27 Juli 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
