Hidup tak musti hebat. Sederhana pun bisa berarti ...

Minggu, 28 Agustus 2011

Ketika Lebaran Tiba

Oleh : Ade SM

Ranti memandang amplop di tangannya, tebal dan tentu saja bukan jumlah yang sedikit. THR yang didapat suaminya memang terhitung lumayan. Tapi seperti tahun-tahun sebelumnya, Ranti hanya memegang lembaran uang tersebut tanpa bisa menggunakannya. Ada sederet nama yang musti mendapat jatah, mulai dari adik-adik suami, paman, bibi, keponakan, sepupu, tukang kebun dan nama-nama lain.

Rabu, 03 Agustus 2011

Wish Me Luck

Pagi menjelang subuh saat kami tiba di hotel 'Dyar International' setelah perjalanan panjang yang melelahkan, Bontang-Balikpapan-Singapore-Dubai-Jeddah-Madinah. Koper-koper merah masih bertumpuk di dekat pintu. Aku melepas jam tangan dan jilbabku lalu kutaruh di atas meja. Sementara suamiku meraba kantung-kantung baju dan celananya. Wajahnya agak menegang. Tentu saja aku jadi curiga ketika ia melakukannya berulang-ulang.

Kamis, 21 Juli 2011

Yang Tak Terduga

Oleh : Ade SM


“Huh, pembual!” gerutu Ita.
“Siapa?” tanyaku hati-hati.
“Lihat saja!” sahutnya sambil menyorongkan layar laptop ke hadapanku. Aku mengernyitkan dahi tak mengerti, sampai mataku tertumbuk pada sebuah status facebook: “Kepiting saus asam manis buat keluargaku tercinta, hm... yummy!”

Sekilas tak ada yang aneh, tapi setelah kulihat siapa pemilik status itu, senyumku tertahan.

Kamis, 09 Juni 2011

When Mom Tells Her Story


Judul buku      : When Mom Tells Her Story
Penulis           : Komunitas Menulis KALBU PWP PT. Badak NGL
Penerbit         : rie-view Publishing
Editor            : Vini Irfan Hidayat, Maria Olfa
Desain sampul : Mohamad Qori Haliana
ISBN             : 978-602-98912-1-8
Terbit            : Juni 2011
Harga            : Rp. 40.000,-


Jumat, 01 April 2011

Di Akhir Reuni

“Sungguh, bunda tak ingin ikut?” tanyaku sekali lagi sebelum aku masuk ke taxi jemputan. Ranti menggeleng, bibirnya menyungging seulas senyum.

“Ayah baik-baik di sana ya.. Jangan lupa sampaikan salam buat teman-teman, terutama Dinda yang sedang tertimpa musibah,” jawab Ranti sambil mencium tanganku.