Hidup tak musti hebat. Sederhana pun bisa berarti ...

Selasa, 15 April 2014

Bike camping @ Pantai Mutiara - Samberah

Ini petualangan seru di bulan November yang lalu. Tepatnya tgl 23-24 November 2013, tapi baru sempat diupload sekarang. Yah, lebih baik terlambat daripada tidak bukan? Silahkan menyimak!
Begini ceritanya, eng ing eng....

Bike camping @ Pantai Mutiara - Samberah
Nah, belum lama mengikuti jambore sepeda gunung di Tenggarong, Kang Cepy sudah mengajak bike camping bersama group BBC di pantai Mutiara Samberah.
Ikut? Jelas dong.... Kesempatan kemping seperti ini tak kan kulewatkan. Bersama Dhiya kami menyiapkan berbagai kebutuhan selama kemping. Kupikir arena kemping terletak di tepi pantai dengan tempat parkir kendaraan yang tak jauh dari lokasi kemping.
Tapi rupanya tidak seperti yang kami duga. Pantai mutiara harus kami datangi dengan menyebrang laut menggunakan speed boat maupun jetski. Alhasil, cuma beberapa barang yang bisa kami bawa. Tenda, pakaian renang, beberapa perbekalan, juga sepeda.

Abi sibuk pasang tenda


Sementara tenda teman2 dari Samarinda sudah berdiri
Matahari hampir terbenam, air laut cukup pasang. Cuaca cerah. Harusnya ku-klik shutter kamera untuk mengabadikan. Sayangnya barang-barang bawaan harus kami bereskan dan kami harus mondar-mandir mengangkut keperluan. Alhasil, sampai di pantai Mutiara hari sudah petang. Boro-boro mau foto-foto, tenda harus segera didirikan. Belum lagi menyiapkan makan malam dan menata tempat agar nyaman untuk berkemah. Alhasil... ga sempat deh foto-foto, padahal cuaca sore tadi cerah banget loh. Sayang sekalee ya....

Menghabiskan malam tanpa hujan *untunglah...
Api unggun tak jua padam sampai fajar menjelang.
Ada teman-teman dari komunitas sepeda DAMN Samarinda, ada juga teman-teman dari komunitas sepeda Muara Badak. Ditambah kami dari Bontang, cukup seru suasana di tengah pekat malam dan debur ombak. Api unggun pun semarak membuat hangat suasana. Entah sampai jam berapa mereka ngobrol dan begadang. Aku sih bada' isya langsung tepar tidur di dalam tenda.

Nah, 4 ibu ini yg care urusan perbekalan...
Menunya menggoda...
Sarapan dulu sebelum gowes biar kuat :D
Keesokan harinya, kami menghabiskan waktu di sekitar tenda. Menyiapkan ikan bakar untuk sarapan. Sementara para pesepeda bersiap untuk keliling pulau. Usai sarapan, capcus deh mereka. Estimasinya sih mereka cuma sebentar menyusuri pantai, tapi.... sampai matahari meninggi, mereka tak kunjung pulang. Kebiasa-aaan!!!

Sebagian asyik bersepeda menyusuri pantai


Yg suka jetski ataupun hobi jeprat-jepret juga hayuu...
Anak-anak juga happy...
Eh, bukan suatu kebiasaan ding.... tapi ternyata ini lebih dikarenakan ranjau-ranjau kecil yang bertebaran di pantai. Salah sendiri... sudah tau sepeda gunung, lah kok dipaksa jalan di pasir pantai. Itu kan menyalahi kodrat. Gunung dan pantai jelas sesuatu yang berbeda. Coba saja bayangkan... sudahlah kayuhan menjadi berat oleh pasir, ditambah ranjau-ranjau berbentuk kerang-kerang kecil yang tajam, maka.... bocorlah ban sepeda satu persatu. Jadi kerjaan kan ketika harus menambal ban sepeda bergantian sepanjang perjalanan pulang menyusuri pantai? Pantas saja!
Ditambah dengan bekal air yang dibawa tak sepadan dengan jarak gowes yang harus ditempuh hihihi... sempurna sudah rasa haus yang menerpa kerongkongan. Kebayang deh hausnya mereka begitu tiba di perkemahan,
Untung saja salah seorang dari kami punya inisiatif membuatkan minuman mega mendung. yang suegeeeerrrr.... wah, langsung tandas! Kalau tidak diingatkan, bisa-bisa habis satu iglo diminum sendiri oleh si atlet sepeda dari Samarinda hahaha..

Langit yg begitu biru...
Air laut telah lama surut. Sampai menjelang ashar tidak juga pasang. Alhasil sore itu kami harus menyebrang bolak-balik dengan menyeret speed boat karena dangkalnya air sambil membawa sisa-sisa perbekalan dan peralatan berkemah juga sepeda. Tapi itu tak mengurangi kegembiraan kami menghabiskan sisa hari.

Waktunya angkut-angkut menyebrang...
Sebelum akhirnya terjebak air yg surut.... dorong..!
Air lautnya benar-benar surut...
Bada Ashar kami bersiap pulang ke Bontang, berpisah dengan teman-teman dari Samarinda dan Muara Badak, untuk berharap suatu hari bisa mengulang kegembiraan seperti ini.
Petualangan kemping yang menyenangkan....meski kami masih harus menempuh jarak, menyusuri jalur pipa dan pesisir untuk sampai kembali di kota tercinta BONTANG.

Jalur pipeline yg aduhai ...
Berpadu dg jalan hauling dan tronton batubara
Finally.... Bontang my lovely town.

Special terimakasih buat Om Fadli dan Mb Dijah yg sudah menebar racun petualang pada kami.
Juga teman-teman baru di komunitas sepedagunung yang welcome banget. Sukaaaaaa.!!!







Senin, 04 November 2013

Jambore Sepeda Gunung @ Tenggarong - Kutai Kertanegara

Sejak gabung di Bontang Bike Community, Kang Cepy rutin bersepeda. Aku dan Dhiya kebagian ikut jalan-jalanya bila ada even di luar kota. Seperti Sabtu & Minggu kemarin, di acara Jambore Sepeda Gunung Tenggarong.
Pukul 6 pagi kami sudah memacu si panon hideung menuju kota tepian. Mampir sebentar di UD KK depan SCP, aku belanja bahan kue keperluan dapurna panon hideung sebelum melanjutkan ke Samarinda sebrang.
Rupanya sebelum meneruskan perjalanan ke Tenggarong lewat jalan lama, kami mengunjungi arena sepeda downhill di Samarinda Sebrang. Setengah hari itu kami gunakan untuk uji nyali menggunakan trek baru (buat yang punya nyali).

Sabtu, 19 Oktober 2013

Ketika Ayang Menekuni Hobi Lamanya

Ayangku mulai menekuni hobi lamanya, BERSEPEDA. Bukan sesuatu yang luar biasa kan?
Sepeda gunung itu lebih bermanfaat dikendarai toh daripada mangkrak di gudang.
Jadi, ketika pagi itu Ayang minta izin untuk bersepeda, kuiyakan saja. Apalagi ketika kutanya,"Rutenya kemana?"
"Guntung!" jawabnya.

Aku tenang-tenang saja. Kuperhatikan selama ini ia tak pernah menghabiskan waktu lebih dari 2 jam untuk berkeliling kota Bontang dengan sepedanya, kecuali dua minggu lalu.
Iya, dua minggu yang lalu rute yang dilaluinya keluar jalur biasanya.


Jumat, 28 Juni 2013

Di Suatu Penerbangan IAT, 28 Juni 2013

Pagi ini tepat pukul 10.00 Wita kami bertiga (Kang Chepy tersayang, Dhiya dan aku) duduk di dalam pesawat Indonesia Air Transport penerbangan Balikpapan-Bontang setelah 3 hari menghabiskan waktu di Balikpapan. Berlibur? Nggak juga sih. Kebetulan Ayang mengikuti kursus swakelola, lalu aku dan Dhiya dengan senang hati menemaninya bermalam di Jatra. 

Pramugari baru saja memperagakan pemakaian safetybelt namun mataku tak tertuju padanya. Dhiya pun begitu, ia asyik dengan buku barunya.

Pandanganku tertumbuk pada kantung kursi di depan Dhiya. Ada majalah Sinergy, majalah internal PT. Badak, edisi Jan-Feb 2013. Reflek tanganku meraihnya dengan maksud membaca majalah itu selama penerbangan Balikpapan-Bontang yang akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit.



 
Di rubrik UKIRAN halaman 11 aku membaca artikel mengenai "Long term idle Train A".
Sekilas kuperhatikan foto yang dimuat, jajaran Manajemen yg sedang memencet tombol tanda dimulainya Long Term Idle Train A. Tapi setelah kuperhatikan dengan seksama, eh ternyata ... ada satu wajah yang sangat kukenal. Siapakah dia? Ternyata adikku nampang di situ.



Lalu di rubrik GORESAN halaman 48, ada judul yang amat familiar di kepalaku "SEPEDA ONTEL". Jiyaha ... karangan siapa coba? Karanganku! Naskah yang kutulis tahun 2009 lalu. Naskah yang kutulis ketika pertama kali ikut pelatihan menulis. Eh, bisa nyangkut di majalah ini juga ya? Meski cuma majalah internal perusahaan tempat suamiku bekerja, tapi hatiku senang bukan kepalang ... hehehe... noraknya kumat. *sambil mikir, kapan ngirimnya ya ini naskah? Lupa! Karena merasa tidak pernah ngirim sih. 

Ini pasti kerjaan Mas Imam Arifin, salah satu tim redaktur majalah SINERGY. Soalnya beliau pernah telpon minta ijin ambil naskahku yang ada di blog KALAM IBU.
Terimakasih ya, Mas.  Btw, ada honornya ga ya? Hihihi...


Senin, 25 Februari 2013

Puisi Adalah Hidupku


Judul buku: Puisi Adalah Hidupku
Penulis: Dhee Shinzy Y. dan 100 penyair (nama 100 penyair ada di belakang cover)
Jenis buku: Antologi puisi
Penerbit; leutika prio
Tebal: 221 halm.
Harga: Rp. 45.400;

Silakan sms 082138388988 atau inbox fb Leutika Prio untuk pemesanan.
Tulis nama/alamat/kodepos/jumlah/judul buku yang dipesan. atau untuk wilayah Bandung bisa dikolektfi oleh Dhee Shinzy Y. GRATIS ONGKIR SELURUH INDONESIA UNTUK PEMBELIAN MINIMAL 90.000;
..............................................................
"100 Puisi karya 100 anak bangsa. Persembahan cinta untuk dia yang memiliki kelembutan hati, kelunakan jiwa, keanggunan berpikir dan keindahan dalam bertindak. Dia adalah orang yang memiliki kepekaan luar biasa terhadap segala intrik kehidupan. Karena puisi menjadi falsafah hidupnya setiap saat."