Hidup tak musti hebat. Sederhana pun bisa berarti ...

Minggu, 22 April 2012

Ulangan puisi Jum'at Cendol 20 April 2012


Ini Jum'at kedua Group CENDOL ngadain ulangan. Minggu lalu, ulangan fiksi (Flash Fiction). Jum'at ini ulangan puisi. Kalau minggu lalu tak ada bocoran tema, berbeda dengan hari ini. Sehari sebelumnya seluruh murid kelas CENDOL sudah diberi bocoran bahwa tema ulangan puisi adalah :

TENTANG JALANAN
Tema turunan:
1. Kemiskinan
2. Kesenjangan sosial
3. Kejahatan
4. Bertahannya hidup seseorang
5. Kebebasan


Sebenarnua aku sudah siapkan puisi tentang kemiskinan, tapi karena settingnya di laut, kok kayaknya jadi enggak sesuai tema besarnya yaitu TENTANG JALANAN. Sampai ulangan dimulai aku belum bisa mengira-ngira puisi apa yang kubuat. Tadinya sudah terlintas ide untuk menulis tentang penjual koran. Tapi lihat postingan beberapa teman, idenya sudah diembat duluan oleh mereka. Hhhhh... bikin puisi apa ya? Buntu deh, sementara detik terus berlalu, tak terasa jam sudah berputar hampir setengah lingkaran, ugh! Ketak-ketik-ketak-ketik, akhirnya dapat juga menulis puisi dadakan. Masih payah memang, tapi tak apalah. Yang penting sudah berusaha. Ini dia puisi dadakannya :
Perempatan Jalan Pada Pukul 12 Siang
Oleh : Ade SM

Asap knalpot berhamburan deru mesin bersahutan
Gadis kecil lusuh berpeluh tengadahkan tangan
Mengharap belas kasihan
Tak ada yang peduli

Melompat ke dalam metromini
Ibu tua berdiri, wanita hamil berdiri, aku yang baru naik apalagi
Sementara sebagian lelaki duduk merokok tak peduli
Dimanakah nurani?

Belum sampai tujuan
kurogoh kantong dalam-dalam
Astaga, dompetku melayang
Ah, tragedi pertamaku di perempatan jalan

Bontang, 20 April 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar